Reformulation of the Legal Relationship in Corneal Donation Between Donors and the Indonesian Eye Bank Through a Bilateral Agreement

Authors

  • Nuril Hikam Efendi Roudlotut Tholibin College of Islamic Studies Probolinggo

Keywords:

Pendonor, Kornea Mata, Bank Mata

Abstract

Corneal donation in Indonesia is currently carried out based on a written declaration as stipulated in Article 42 paragraph (1) letter (a) of Government Regulation Number 53 of 2021, which requires prospective donors to submit a written declaration expressing their voluntary willingness to donate their corneal tissue without receiving any compensation. This condition gives rise to legal issues because a written declaration constitutes a unilateral legal relationship, thereby creating an imbalance in the legal relationship between the parties. Such a written declaration fails to establish equality of legal standing between the donor and the Indonesian Eye Bank and does not regulate the respective legal responsibilities of each party. Accordingly, this study addresses two research problems. First, why has the legal relationship governing corneal donation based on a written declaration, as stipulated in Article 42 paragraph (1) letter (a) of Government Regulation Number 53 of 2021, failed to establish a balanced legal relationship between donors and the Indonesian Eye Bank? Second, how should the legal relationship governing corneal donation between donors and the Indonesian Eye Bank be reformulated through a bilateral agreement based on the Principle of Balance in Legal Relationships? This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches, with legal materials analyzed through a prescriptive method. The findings demonstrate that a legal relationship established solely through a written declaration creates a unilateral legal relationship that fails to satisfy the Principle of Balance in Legal Relationships because it is not founded upon mutual consent, does not regulate the parties' rights and obligations proportionately, and does not provide balanced legal protection. This study proposes a reformulation of the legal relationship governing corneal donation through a bilateral agreement that regulates mutual consent, rights and obligations, legal responsibilities, withdrawal of consent, and dispute resolution as legal instruments to ensure legal certainty, justice, and legal expediency for both donors and the Indonesian Eye Bank.

Keywords: donation, cornea, donor, indonesian eye bank.

 

Pendonoran kornea mata di Indonesia saat ini dilaksanakan berdasarkan pernyataan tertulis sebagaimana diatur dalam Pasal 42 ayat (1) huruf a PP 53/2021 yang mensyaratkan calon pendonor membuat pernyataan tertulis mengenai kesediaan menyumbangkan jaringan kornea mata secara sukarela tanpa meminta imbalan. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan, Penyataan tertulis  merupakan hubungan hukum satu pihak, hal ini menimbulkan ketidak keseimbangan. Pernyataan tertulis belum membentuk keseimbangan kedudukan para pihak dan belum mengatur perihal tanggung jawab hukum masing-masing pihak. Adapun rumusan masalah yaitu pertama, mengapa konstruksi hubungan hukum pendonoran kornea mata yang didasarkan pada pernyataan tertulis sebagaimana diatur dalam Pasal 42 ayat (1) huruf a PP 53/2021 belum mampu mewujudkan keseimbangan hubungan hukum antara pendonor, kedua yaitu bagaimana reformulasi hubungan hukum pendonoran kornea mata antara pendonor dan Bank Mata Indonesia melalui perjanjian bilateral yang berbasis Prinsip Keseimbangan Hubungan Hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang dianalisis secara preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan hukum yang dibangun melalui pernyataan tertulis hanya melahirkan hubungan hukum yang bersifat sepihak sehingga tidak memenuhi prinsip keseimbangan hubungan hukum karena tidak didasarkan pada kesepakatan para pihak, tidak mengatur hak dan kewajiban secara proporsional, serta tidak memberikan perlindungan hukum yang seimbang. Penelitian ini mereformulasikan hubungan hukum pendonoran kornea mata melalui perjanjian bilateral yang mengatur kesepakatan, hak dan kewajiban, tanggung jawab hukum, mekanisme pencabutan persetujuan, dan penyelesaian sengketa sebagai instrumen untuk mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan bagi pendonor maupun Bank Mata Indonesia.

Kata Kunci: donor, kornea mata, pendonor, bank mata.

References

Book

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Edited by Suwito. Edisi Revi. Jakarta: Kencana, 2017.

Muhaimin, H. Metode Penelitian Hukum. Pertama. Mataram-NTB: Mataran University Press, 2020.

Journal

Ade Irwanto, Fakhruddin Razy. “Pertanggungjawaban Hukum Dokter Program Internsip Dalam Pelayanan Kesehatan Terhadap Pasien.” Jurnal Audito Comparative 2, no. 2 (2021): 57–65. https://doi.org/https://doi.org/10.22219/aclj.v2i2.16501.

Alam, Mangku. “Perkuat Layanan Kornea, Menko PMK Inisiasi SInergi Pemerintah Dengan Bank Mata Indonesia.” Website Kemenko PMK, 2025. https://www.kemenkopmk.go.id/perkuat-layanan-kornea-menko-pmk-inisiasi-sinergi-pemerintah-dengan-bank-mata-indonesia.

Aziz, Taufik, Efrila Efrila, and Tri Agus Suswantoro. “Analisis Yuridis Transplantasi Organ Ditinjau Dari Perspektif Undang-Undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 4, no. 8 (2025): 1322–28. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i8.4382.

Chatrina Aprilia. “Implementasi Tindak Pidana Jual Beli Organ Ditinjau Dari Frasa Kompensasi Donor Yang Diperbolehkan Menurut Sistem Hukum Di Indonesia.” Unes Law Review 6, no. 2 (2023): 6990–99. https://review-unes.com/https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/.

Effendi, Raden Gunawan, Sri Karyati, Sukarno Sukarno, and Hafizatululum Ulum. “Kedudukan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 38 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Transplantasi Organ Dengan Disahkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.” Journal Kompilasi Hukum 10, no. 1 (2025): 129–46. https://doi.org/10.29303/jkh.v10i1.228.

Evanadya Izza Nurrahmah, and Yovita Arie Mangesti. “Pengaturan Transplantasi Organ Yang Berkeadilan : Upaya Pencegahan Komersialisasi Organ Tubuh Manusia.” Justness : Jurnal Hukum Politik Dan Agama 5, no. 2 (2025): 1–10. https://doi.org/10.61974/justness.v5i2.106.

Faris, Iqbal, Anas Wicaksono, and Nabilatus Salamah. “Transplantasi Dan Donor Organ Dalam Telaah Pembahasan Fiqih Kontemporer.” Jurnal Maliki Interdisciplinary 4, no. 1 (2026): 1263–69. https://www.nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/view/257.

Fira, Zhafira, and S.Syamsurizal. “Meta Analisis Transplantasi Organ: Tinjauan Perspektif Islam, Hukum Positif Dan Etika Kedokteran.” Jurnal Sains Dan Kesehatan Darussalam 3, no. 2 (2023): 57–64. https://doi.org/10.56690/jskd.v3i2.109.

Flora, Henny Saida. “Perlindungan Hak Pasien Sebagai Konsumen Dalam Pelayanan Kesehatan Dari Perspektif Undang-Undang Perlindungan Konsumen.” Jurnal Fiat Iustitia 3, no. 2 (2023): 154–64. https://doi.org/https://doi.org/10.54367/fiat.v3i2.2531.

Hughes, David. “Can’t Contracting Be Relational? Comment on ‘Alignment in the Hospital-Physician Relationship: A Qualitative Multiple Case Study of Medical Specialist Enterprises in the Netherlands.’” International Journal of Health Policy and Management 12, no. 1 (2024): 8651. https://doi.org/10.34172/ijhpm.8651.

Indriati, Ratu Norine, and Utari Dewi Fatimah. “Aspek Hukum Alih Organ Tubuh Secara Sukarela Dengan Pemberian Uang Penghargaan Dalam Perspektif Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.” Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum 5, no. 01 (2026): 12–18. https://doi.org/10.24967/jaeap.v5i01.4482.

Kurniawan, Thomas Mulyanto, Singgih Purnomo, and Linna Fonny. “Aspek Hukum Dalam Transplantasi Organ : Antara Etika.” Proceedings Law, Accounting, Business, Economics and Language 2, no. 1 (2025): 161–70. https://doi.org/https://ojs.udb.ac.id/label/article/view/5075.

Maharani, Ravfa Sefviar. “Analisis Kebijakan Hukum Terhadap Pengaturan Transplantasi Organ Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Nusantara 1, no. 4 (2023): 65–71. https://doi.org/https://doi.org/10.69714/22wc9g88.

Michelle Angelika S, Yohanes Firmansyah, Yana Sylvana, Hanna Wijaya. “Transplantasi Organ Tubuh Manusia Dalam Perspektif Hukum Positif Indonesia.” Jurnal Medika Hutama 02, no. 02 (2021): 524–31. https://doi.org/10.1101/cshperspect.a01.

Mustafid. “Legalitas Donor Mata Dalam Islam: Perspektif Hukum Kesehatan Dan Hukum Islam.” Jurnal Fakta Hukum (JFH) 2, no. 2 (2023): 129–44. https://doi.org/10.58819/jurnalfaktahukum(jfh).v2i2.100.

Nada, Depira Elza, and Irna Nursanti. “Hubungan Hukum Dan Keadilan Di Tinjau Dari Filsafat Hukum.” Nusantara Hasana Journal 1, no. 11 (2022): 22–32. http://nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/view/279.

Prenama Wiguna, Gusti Ngurah Bagus, and I. B. Gd. Surya Putra Pidada. “Analisis Hukum Transplantasi Kornea Di Indonesia.” Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan 6, no. 3 (2024): 776–83. https://doi.org/10.31970/ma.v6i3.250.

Shuhaib, Azhar Muhammad. “Tranplantasi Organ Tubuh Manusia Dari Seorang Yang Menderita Mati Otak Menurut Pandangan Hukum Islam.” Jurnal Al Qalan 18, no. 1 (2024): 645–53. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.35931/aq.v18i1.3024.

Sofiana, Jamiatur Robekha, Yasarman. “Analisis Yuridis Akta Kesepakatan Dalam Transplantasi Ginjal Antara Calon Donor Dan Resipien (Tinjauan Dari Perspektif Hukum Indonesia).” Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum 12, no. 1 (2025): 73–81. https://doi.org/10.31289/jiph.v12i1.14717.

Tiara Maharani Enifa Putri, Laily Rahmina, and Shalsa Mutia. “Tranplantasi Organ Tubuh Manusia Dalam Perspektif Etika Kedokteran Dan Agama Islam.” Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 1, no. 4 (2023): 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/religion.v1i4.541.

Widiarty, Wiwik Sri. Buku Ajar Metode Penelitian Hukum. Edited by Muhammad Tajidun. Yogyakarta: Publika Global Media, 2024. http://repository.uki.ac.id/14688/1/BukuAjarMetodePenelitianHukum.pdf.

Wijaya, Yudi Yasmin. “Konsep Hukum Kontrak Terapeutik Dan Hubungan Kontraktual Berbasis Gentlemen’s Agreements.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 33, no. 1 (2026): 190–219. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/iustum.vol33.iss1.art9.

Yusriadi, Yusriadi, and Zulhamdi Zulhamdi. “Transplantasi Organ Tubuh Menurut Perspektif Hukum Islam.” Syarah: Jurnal Hukum Islam & Ekonomi 11, no. 2 (2022): 105–19. https://doi.org/10.47766/syarah.v11i2.698.

Internet

Indonesia, Bank Mata. “Profil Bank Mata Indonesia.” Website Bank Mata Indonesia, 2025. https://bankmataindonesia.org/profil-organisasi/.

Downloads

Published

2026-08-01

How to Cite

Nuril Hikam Efendi. (2026). Reformulation of the Legal Relationship in Corneal Donation Between Donors and the Indonesian Eye Bank Through a Bilateral Agreement. Rechtenstudent, 7(2), 206–223. Retrieved from https://rechtenstudent.uinkhas.ac.id/index.php/rch/article/view/452